Oleh: sanginspirasi | 20 April 2012

Mus’ab bin Umair (Duta Islam Yang Pertama)

Mereka berkata, jika Usaid bin Hudhair, Sa’ad bin Mu’adz dan Sa’ad bin Ubadah sudah masuk Islam, apalagi yang kita tunggu?! Mari kita menemui Mush’ab dan menyatakan keislaman kita.” Kata orang, “kebenaran itu terpancar dari setiap kata-katanya”.

Ini adalah kisah seorang pemuda tajir yang hidup dalam kemewahan serta fasilitas lengkap yang diberikan oleh orang tuanya. Ia lahir dan dibesarkan dalam limpahan kenikmatan. Lelaki manja dan selalu dielu elukan oleh ibu dan kerabatnya. Pakaiannya ibarat bunga ditaman, menebarkan aroma wewangian. Tak satupun kekurangan yang ia dapatkan dari kesenangan dunia yang diberikan ibunya kepadanya. Ia hidup serba kecukupan.
Ia adalah anak muda yang masih sangat muda. Namun ia adalah bintang yang selalu dinanti disetiap rapat dan pertemuan. Gayanya yang mempesona serta otaknya yang cerdas menjadi keistimewaan Mush’ab bin Umair yang mampu menyelesaikan banyak persoalan.
Suatu hari, anak muda ini mendengar berita tentang Muhammad yang selama ini dikenal jujur..berita tentang kerasulannya. Mengajak manusia mentauhidkan Allah. Perhatian warga Makkah terpusat pada berita ini. Berita tentang Muhammad saw. Dan agama yang dibawanya. Tak ketinggalan anak muda yang manaj ini pun semakin serius mendengarkan berita ini.
Diantara berita yang didengarnya ialah Rasulullah bersama pengikutnya biasa kumpul ditempat yang jauh dari gangguan orang-orang Quraisy yaitu dibukit Shafa, dirumah Arqam bin Abul Arqam. Ia pun memutuskan untuk segera kesana ke rumah Arqam bin Abul Arqam.
Mush’ab masuk dan duduk disudut ruangan. Dan, disinilah perubahan akan dimulai. Al-Qur’an mulai mengalir dari bibir Rasulullah. Mengalir menembus telinga, merasuk kedalam hati.
Muash’ab terlena, terpesona oleh kalimat-kalimat itu. Dia terbuai, melayang entah kemana. Rasulullah mendekatinya, mengusap dada Mush’ab dengan penuh kasih sayang. Ada kedamaian yang Mush’ab rasakan. Ada ketenangan yang tak pernah ia alami..setenang samudra yang dalam.
Mush’ab pun bersyahadat. Dalam waktu singkat ia menjadi pemuda yang arif dan bijaksana. Jauh melebihi usianya.
Saat Mush’ab masuk Islam, tak ada kekuatan apapun yang ia takuti selain Khunas binti Malik ibunya sendiri. Bahkan seandainya seluruh Makkah, termasuk berhala-berhala, para pembesar dan padang pasirnya berubah menjadi satu kekuatan yang menakutkan yangb hendak menyerang dan menghancurkannya, Mush’ab tidak akan bergeming sedikit pun. Akan tetapi, jika ibunya yang menjadi penghalang, maka itulah rintangan ynag sesungguhnya.
Mush’ab merahasiakan keislamannya sampai Allah memberikan keputusan yang terbaik. Namun dikota Mekkah tak ada rahasia yang tersembunyi. Seorang laki-laki bernama Usman bin Thalhah, pernah melihat Mush’ab memasuki rumah Arqam dengan mengndap-endap. Lalu diwaktu yang lain ia melihat Mush’ab sholat seperti yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya.
Akhirnya, berita keislaman Mush’ab sampai juga ketelinga ibunya.
Kini Mush’ab tengah dihadapkan pada ibu dan sanak kerabatnya serta para pembesar Makkah. Mush’ab dengan hati mantapnya membacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Ketika sang ibu hendak membungkam mulut putranya dengan tamparan keras tiba-tiba tangan yang bergerak cepat itu jatuh terkulai.
Karena rasa keibuannya, ibunda Mush’ab tidak jadi memukulnya dan memikirkan cara lain untuk menghukum putranya. Mush’ab akhirnya dikurung dikamarnya untuk beberapa lama. Sampai akhirnya Mush’ab berhasil meloloskan diri dan hijrah ke Habsyah.
Pada suatu hari ia mengahmpiri ia mengahmpiri kaum Muslimin yang sedang duduk disekeliling Rasulullah saw. Melihat penampilan Mush’ab, mereka menundukan pandangan bahkan ada yang menangis. Mereka melihat Mush’ab memakai jubah yang bertambal tambal. Padahal, masih segar dalam ingatan mereka bagaimana penampilannya sebelum masuk Islam. Pakaiannya ibarat bunga ditaman, menebarkan aroma wewangian.
Adapun Rasulullah, beliau menatapnya dengan pandangan penuh arti, disertai cinta kasih dan syukur dalam hati. Kedua bibirnya tersenyum bahagia dan bersabda,
“Dahulu, tiada yang menandingi Mush’ab dalam mendapatkan kesenangan dari orang tuanya. Lalu semua itu dia tingalkan demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.”
Semenjak ibunya putus asa mengembalikan Mush’ab pada berhala-berhalanya. Ibunya memutus segala pemberian yang biasa ia berikan kepada putranya itu.
Mush’ab meninggalkan kemewahan dan kesenangan yang pernah dialaminya, dan memilih hidup miskin dan kekurangan. Pemuda ganteng dan parlente itu, kini hanya mengenakan pakaian yang sangat kasar, sehari makan dan beberapa hari rela menahan lapar.
Mush’ab diutus Rasulullah ke Madinah
Inilah tugas penting yang Rasulullah embankan kepada Mush’ab. Kepada anak muda yang cerdas dan bijaksana. Sebenarnya banyak para sahabat lain yang usianya jauh lebih dewasa dari Mush’ab, lebih berpengaruh, lebih dekat hubungan kekeluargaannya dengan Rasulullah. Tapi Rasulullah sadar sepenuhnya bahwa beliau tidak akan salah memikulkan tugas itu kepada Mush’ab. Menyerahkan kepadanya masa depan Islam di kota Madinah. Kota yang tak lama lagi akan menjadi kota hijrah, pusat dakwah, tempat berhimpunya penyebar dan pembela Islam.
Saat Mush’ab memasuki kota Madinah, jumlah orang Islam hanya 12 orang. Yaitu, hanya orang-orang yang berbai’at dibukit Aqobah.. hanya dalam waktu beberapa bulan, penduduk Madinah sudah berbondong bondong masuk Islam. Terlebih saat beberapa tokoh menyatakan keislamannya seperti Usaid bin Hudhair, Sa’ad bin Mu’adz dan Sa’ad bin Ubadah. Maka, masuknya ketiga tokoh ini kedalam barisan Islam berarti pintu lebar bagi masuk Islamnya penduduk Madinah.
Mereka berkata, jika Usaid bin Hudhair, Sa’ad bin Mu’adz dan Sa’ad bin Ubadah sudah masuk Islam, apalagi yang kita tunggu?! Mari kita menemui Mush’ab dan menyatakan keislaman kita.” Kata orang, “kebenaran itu terpancar dari setiap kata-katanya”.
Pada tahun haji berikutnya, kaum Muslimin Madinah mengirim rombongan yang mewakili mereka menemui Nabi. Mereka berjumlah 70 orang yang dipimpin oleh guru mereka, oleh duta yang dikirim Nabi pada mereka, yaitu Mush’ab bin Umair.
Demikianlah duta Rasulullah yang pertama telah mencapai hasil yang gemilang tiada tara. Beberapa tahun kemudia Rasulullah beserta sahabtanya hijrah ke Madinah.
Syahidnya Mush’ab bin Umair
Keklahan kaum kafir Quraisy saat perang Badar membuat kebencian mereka semakin dalam pada Rasulullah dan kaum Muslimin. Lalu direncanakanlah balasan untuk menghancurkan kaum Muslimin. Semua balasan itu akan terekam dalam sebuah peristiwa penuh ibroh dan hikmah bagi kaum Muslimin sampai kapan pun. Yaitu Perang Uhud.
Perang yang seharusnya kemenangan sudah di atas angin bagi kaum Muslimin. Kemudia berbalik arah berpihak kepada kaum kafir Quraisy. Hal ini disebabkan ketidak patuhan pasukan berpanah dalam mentaati Rasulullah. Tergiurnya pasukan berpanah pada harta rampasan perang, sehingga mereka berlarian menuruti bukit berlomba merebut harta Ghonimah.
Pada saat itulah, tanpa diduga pasukan berkuda yang dipimpin Khalid bin Walid yang saat itu masih kafir tiba tiba datang dari atas bukit. Yang membuat pasukan Islam kalang kabut.
Kesempatan ini tidak dibiarkan begitu saja oleh pasukan kafir. Melihat barisan kaum Muslimin porak poranda, musuh pun mengarahkan serangan ke Rasulullah. Mush’ab menyadari suasana gawat ini. Maka diacungkannya bendera pasukan setinggi-tingginya. Dengan suara lantang ia bertakbir “ Allahu Akbar”. Ia maju, menerjang, berkelebat kesana kemari mengibaskan pedangnya. Ia ingin mengalihkan serangan musuh yang sedang tertuju kepada Rasulullah saw. Ia menyerang sendiri, namun terlihat seperti satu pasukan tentara. Satu tangannya memegang bendera pasukan yang harus terus berkibar dan tangan satunya lagi menebaskan pedang dengan matanya yang tajam. Jumlah musuh yang dihadapi Mush’ab semakin banyak. Mereka ingin menginjak-injak mayatnya untuk mencapai Rasulullah.
Sekarang, marilah kita dengarkan apa yang diceritakan oleh saksi mata. Bagaimana saat saat terakhir sebelum Mush’ab bin Umair gugur sebagai syahid.
Ibnu Sa’d menyebutkan bahwa Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil berkata, “Ayahku pernah bercerita begini, Mush’abbin Umair adalah pembawa bendera pasukan di perang Uhud. Tatkala pasukan Kaum Muslimin porak poranda, Mush’ab tetap gigih berperang. Seorang tentara berkuda musuh, Ibnu Qoimiah, menyerangnya dan berhasil menebas tangan kanannya hingga putus. Mush’ab mengucapkan, “Muhammad tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh para Rasul.”
Lalu, bendera itu ia ambil dengan tangan kirinyadan ia kibarkan. Musuh pun menebas tangan kirinya hingga putus. Mush’ab membungkuk keraah bendera pasukan, lalu dengan kedua pangkal pahanya ia mendekap dan mengibarkan bendera itu, sambil mengucapkan “Muhammad tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh para Rasul.”
Orang berkuda itu menyerangnya lagi dengan tombak, menghujamkannya ke dada Mush’ab. Mush’ab pun gugur, dan bendera pun jatuh.”
Setelah pertempuran usai, jasad pahlawan gagah berani ini ditemukan terbaring dengan wajah menelungkup ke tanah digenangi darahnya yang suci. Seolah olah tubuh yang telah kaku itu takut menyaksikan bila Rasulullah ditimpa musibah. Karena itu, ia menyembunyikan wajahnya agar tidak melihat peristiwa yang ditakutinya itu. Atau, ia merasa malu karena telah gugur sebelum bisa memastikan keselamatan Rasulullah.
Rasulullah bersama para sahabat mengitari setiap sudut medan pertempuran untuk menyampaikan salam perpisahan kepada para syuhada. Ketika sampai ditempat terbaringnya Mush’ab, bercucurlah air mata beliau dengan deras.
Khabbab bin Arat menceritakan, “Bersama Rasulullah kami hijrah dijalan Allah, untuk mengharap ridho-Nya. Pasti kita mendapat ganjaran disisi Allah. Diantara kami ada yang lebih dulu meninggal dunia, dan belum menikmati pahalanya di dunia ini sedikit pun. Mush’ab bin Umair adalah satu dari mereka. Ia gugur di Perang Uhud. Tidak ada yang bisa dipakai unutk mengkafaninya kecuali sehelai kain. Jika ditutupkan mulai dari kepalanya, kedua kakinya kelihatan. Jika ditutupkan mulai dari kakinya, kepalanya kelihatan. Maka, Rasulullah bersabda, “Tutupkanlah kebagian kepalanya, dan tutupilah kakinya dengan rumput idzkhir”
ada kesedihan dimata Rasulullah saw ketika melihat kain yang dipergunakan mengkafani Mush’ab. Beliau bersabda, “ketika di Mekkah dulu, tak seorang pun yang lebih halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya daripada kamu. Tetapi sekarang ini, rambutmu kusut, hanya dibalut sehelai burdah.”
Wahai Mush’ab cukuplah bagimu Sang Penyayang. Namamu akan selalu dikenang.
Ucapan salam untukmu wahai Mush’ab.
Sumber : 60 Siroh Sahabat karya Khalid Muhammad Khalid
Abu Rafah bin Nisan

sumber web : http://www.islamedia.web.id

Oleh: sanginspirasi | 14 April 2012

Tugas Mandiri Kimia SMK

Bagi siswa dan siswi SMK Insan Teknologi yang ingin mengerjakan Tugas Mandiri yang tempo hari saya sampaikan di kelas, silahkan di unduh atau di download 2 file berikut.

Buat sahabat yang lain dipersilahkan juga untuk mendownload file ini, semoga bermanfaat.

Dengan Tugas Mandiri ini, siswa atau siapa saja pembelajarnya dapat belajar sendiri dengan mengikuti langkah-langkah kerja yang diinstruksikan didalam tugas ini

Tugas Mandiri ini adalah penyempurnaan dari Tugas Kuliah saya dulu, namun jika masih ada kekurangan, mohon masukannya untuk perbaikan kedepan

ok selamat bekerja, semoga sukses….

File Tugas Mandiri untuk di download :
1. cover tugas mandiri (silahkan diklik “cover”nya untuk mendownload)
2.Tugas Mandiri kelas X SMK Insan Teknologi (silahkan diklik untuk mendownload)

alternatif link download
1. Cover Tugas Mandiri

2. Tugas Mandiri

Oleh: sanginspirasi | 23 Maret 2012

Kajian Kisah-Kisah dalam Al Quran

silahkan download rekaman kajian Kajian Kisah-Kisah dalam Al Quran yang diadakan di Masjid Komplek Green Life jalan Penganten Ali Ciracas Jakarta Timur setiap setelah subuh minggu kedua

Kajian ini di pandu oleh Ust DR Amir Faishol Fath MA, salah satu ahli tafsir Al Quran Indonesia.

pertemuan pertama dan kedua membahas tentang Kisah Nabi Adam AS
berikut link downloadnya :

1. Pertemuan pertaman : Nabi Adam AS jilid 1

2. Pertemuan Kedua : Nabi Adam AS jilid 2

file typenya adalah wav, kalau tidak bisa langsung di jalankan di windows media player… ada baiknya di convert

Oleh: sanginspirasi | 23 Maret 2012

Saatnya Putra Petir harus melawan

Terbukti,
Setiap Presiden Indonesia terjerat oleh BBM.
Terbukti,
Siapa pun presidennya, kapan pun masanya, harus menaikkan harga BBM.
Terbukti,
Setiap terjadi kenaikan BBM menimbulkan kehebohan nasional.
Terbukti,
Setiap kehebohan menguras energi nasional.
Energi dihambur-hamburkan.
Energi terbuang-buang sia-sia.
Energi yang mestinya untuk mendorong maju menjadi energi yang habis untuk berputar-putar.

Karena itu:
Mari kita lawan BBM!
Mari kita tolak BBM!
Mari beralih dari BBM ke listrik!

Mari!
Kita lawan BBM!
Untuk penyelesaian yang tuntas jangka panjang.
Agar BBM tidak lagi menjerat-jerat presiden-presiden yang akan datang.
Agar BBM tidak habis-habisnya menimbulkan kehebohan nasional.
Agar tidak terus-menerus menguras energi nasional.

Mari kita lawan BBM!
Mari kita produksi mobil-motor listrik nasional.
Kita pakai kendaraan listrik.
Bukan kendaraan yang haus BBM.

Jangan ketinggalan.
Seluruh dunia mengarah ke kendaraan listrik.
Seluruh dunia akan beralih ke kendaraan listrik.
Seluruh dunia akan meninggalkan kendaraan BBM.

Jangan sampai kita ketinggalan lagi.
Hanya untuk terjerat-jerat BBM sepanjang masa.
Hanya untuk berheboh-heboh tiada habisnya.
Hanya untuk menguras energi semua manusia Indonesia.

Mari kita produksi kendaraan listrik.
Mari kita manfaatkan listrik murah ketika tengah malam.
Ketika semua orang tidur dengan lelapnya.
Ketika AC-AC kantor tidak bekerja.
Ketika TV-TV tidak menyala.
Ketika lift-lift gedung bertingkat beristirahat.

Listrik tengah malam.
Terbuang sia-sia.
Listrik tengah malam.
Alangkah bermanfaatnya bila untuk nge-charge kendaraan kita.

Mari kita produksi motor listrik nasional.
Mari kita produksi mobil listrik nasional.

Kita!
Putra-putri bangsa.
Pasti mampu merealisasikannya.
BUMN siap menjadi pelopornya.
BUMN siap menjadi pemrakarsanya.
Inpres hemat energi No 05/2006 harus menjadi nyata.

AYO!
Siapa pun Anda.
Yang merasa sebagai putra bangsa.
Yang sudah lama mimpi mobil-motor listrik nasional.
Yang memiliki konsep, bukan yang hanya bisa mengeluh.
Yang siap bekerja keras, bukan yang hanya bisa bicara keras.
Yang bisa melakukan R&D sendiri.
Yang bisa melahirkan kualitas motor listrik tidak seperti yang kita kenal hari ini.
Yang siap bikin blueprint dan working prototype untuk produksi mobil/motor listrik nasional.
Yang mampu menemukan teknologi tidak sekadar merakit yang sudah ada.
Yang siap melibatkan lembaga pendidikan nasional jangka panjang.
Yang siap untuk mengikuti sertifikasi pengujian nasional.
Yang kalau dipatenkan bisa diterima.
Yang siap membangun perusahaan nasional.

Dan tentu.
Yang siap bekerjasama dengan BUMN.

Ayo kumpul di BUMN.
Kita bicarakan bersama.
Kita wujudkan bersama.
Kita jalankan bersama.

Ayo kita lahirkan motor listrik nasional.
Ayo kita lahirkan mobil listrik nasional.

Ayo!
Jeratan nasional itu kita urai.
Kehebohan nasional itu kita cegah.
Pemborosan energi nasional itu kita akhiri.

Ayo.
Indonesia jangan ketinggalan lagi.

Mari!
Kita akhiri keluh-kesah.
Kita ganti dengan motor listrik nasional.
Kita ganti dengan mobil listrik nasional.

Mari kita songsong bersama.
Lahirnya……
Jabang bayi PUTRA PETIR ini!(*)

Dahlan Iskan
Menteri  BUMN

Keterangan :

  1. Tanggal 20 Mei 2012 adalah target kesepakatan mendirikan perusahaan nasional patungan BUMN-partner. Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
  2. Respons terhadap gagasan ini silakan email: dahlanlistrikiskan@gmail.com.
  3. Peminat serius menjadi partner usaha dan partner dalam konsep dan rancangbangun mobil-motor listrik nasional silakan email ke: dahlanmobillistriknasionaliskan@gmail.com paling lambat 21 April 2012 bertepatan dengan Hari Ibu Kita Kartini.
  4. Pertemuan-pertemuan intensif dilakukan antara 21 April 2012 sampai 15 Mei 2012

    #sumber : http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/03/11/saatnya-putra-petir-harus-melawan/

Link Download Talkshow “Kuat & Mandiri dengan Pendidikan Qur’ani Perspektif Politik” dengan pembicara Ustadz Anis Matta Lc (Wakil Ketua DPR RI dan Sekjen Partai Keadilan Sejahtera)

1. Pemaparan tentang “Kuat dan Mandiri dengan Pendidikan Al Quran Perspektif Politik”
2.tanya jawab dari paparan diatas

Talkshow ini merupakan rangkain acara dalam Islamic Book Fair ke 11, Talk show ini sendiri dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Maret 2012 bertempat di Ruang Utama Istora Senayan Jakarta

kalau ada masalah, silahkan di sampaikan…
kalau tidak bisa langsung di putar, barangkali di convert dulu ke format ke mp3, ekstensi file ini ada wav.

mohon komentarnya ya…. ^_^

Nama siswa : …………………………….

Kelas              : …………………………….

Tugas             : …………………………….

 

INDIKATOR PENILAIAN

SKOR

1.    Konstruksi meliputi:

Skor 5 = bila Gambar yang dikerjakan terdapat kesesuaian bentuk, kebenaran konstruksi, ketepatan ukuran dan keterkaitan satu sama lainnya

Skor 4 = bila Gambar yang dikerjakan tidak terdapat kesesuaian bentuk, tapi masih ada kebenaran konstruksi, ketepatan ukuran dan keterkaitan satu sama lainnya

Skor 3 = bila Gambar yang dikerjakan tidak terdapat kesesuaian bentuk, tapi masih ada kebenaran konstruksi, ketepatan ukuran dan keterkaitan satu sama lainnya

Skor 2 = bila Gambar yang dikerjakan tidak terdapat kesesuaian bentuk, Ukuran tidak tepat tapi masih ada kebenaran konstruksi dan keterkaitan satu sama lainnya

Skor 1 = bila Gambar yang dikerjakan tidak terdapat kesesuaian bentuk, Ukuran tidak tepat, Satu sama lain tidak terkait tapi masih ada kebenaran konstruksi

 

 

2.Proporsi meliputi : benar, teratur dan bagusnya gambar siswa.

Skor 5 = bila Gambar yang dikerjakan Proporsinya benar, teratur tapi kurang bagus

Skor 4 = bila Gambar yang dikerjakan Proporsinya teratur tapi kurang benar dan kurang bagus

Skor 3 = bila Gambar yang dikerjakan Proporsinya benar dan bagus tapi kurang teratur

Skor 2 = bila Gambar yang dikerjakan Proporsinya teratur dan tapi kurang bagus dan kurang benar

Skor 1 = bila Gambar yang dikerjakan Proporsinya kurang benar, kurang teratur dan  kurang bagus

 

 

3.    Garis meliputi : sesuai dengan aturan, proposional dan ketebalan teratur

Skor 5 = Bila gambar yang dikerjakan garisnya sesuai aturan, proporsional dan memiliki ketebalan yang teratur

Skor 4 = bila gambar yang dikerjakan sesuai aturan, proporsional dan tapi memiliki ketebalan yang tidak teratur

Skor 3 = bila gambar yang dikerjakan sesuai aturan, memiliki ketebalan yang teratur tapi tidak proporsional

Skor 2 = bila bila gambar yang dikerjakan sesuai aturan, memiliki ketebalan yang tidak teratur dan tidak proporsional

Skor 1 = bila gambar yang dikerjakan garisnya tidak sesuai aturan, tidak proporsional dan memiliki ketebalan yang tidak teratur

 

4.    Kelengkapan gambar , meliputi : simbol-simbol, notasi dan ukuran/dimensi

Skor 5 = bila gambar yang dikerjakan menggunakan simbol-simbol, notasi dan ukuran/ dimensi dengan benar

Skor 4 = bila gambar yang dikerjakan menggunakan simbol-simbol, notasi dengan benar tapi ukuran/dimensi terdapat kesalahan

Skor 3 = bila gambar yang dikerjakan menggunakan simbol-simbol dengan benar tapi notasi dan ukuran/dimensi terdapat kesalahan

Skor 2 = bila gambar yang dikerjakan menggunakan notasi dan  ukuran/dimensi dengan benar tapi simbol-simbol terdapat kesalahan

Skor 1 = bila gambar yang dikerjakan terdapat kesalahan simbol-simbol, notasi dan ukuran/dimensi

 

5.    Kesesuaian jumlah produk yang dibuat 100%

Skor 5 = bila gambar yang dikerjakan 100 % sesuai dengan jumlah produk yang dibuat

Skor 4 = bila gambar yang dikerjakan 80 % sesuai dengan jumlah produk yang dibuat

Skor 3 = bila gambar yang dikerjakan 60 % sesuai dengan jumlah produk yang dibuat

Skor 2 = bila gambar yang dikerjakan 40 % sesuai dengan jumlah produk yang dibuat

Skor 1 = bila gambar yang dikerjakan 20 % sesuai dengan jumlah produk yang dibuat

 

6.    Kebersihan gambar

Skor 5 = bila gambar yang dikerjakan siswa bersih

Skor 4 = bila gambar yang dikerjakan siswa bersih tapi garis bantu masih ada

Skor 3 = bila gambar yang dikerjakan siswa kurang bersih namun garis bantu tidak ada

Skor 2 = bila gambar yang dikerjakan siswa kurang bersih dan garis bantu masih ada

Skor 1 = bila gambar yang kurang bersih dan garis bantu relatif sama dengan garis gambar

 

7.    Alokasi Waktu

Skor 5 = bila gambar yang dikerjakan siswa dapat diselesaikan dengan baik sebelum batas waktu yang diberikan

Skor 4 = bila gambar yang dikerjakan siswa dapat diselesaikan dengan baik sesuai batas waktu yang diberikan

Skor 3 = bila gambar yang dikerjakan siswa dapat diselesaikan dengan baik tapi tidak sesuai batas waktu yang diberikan (terlambat menyerahkan)

Skor 2 = bila gambar yang dikerjakan siswa tidak dapat diselesaikan dengan baik, namun diserahkan sesuai dengan waktu yang diberikan

Skor 1 = bila gambar yang dikerjakan siswa tidak dapat diselesaikan dengan baik, namun diserahkan tidak sesuai dengan waktu yang diberikan(terlambat menyerahkan)

 

8.    Kerapian gambar

Skor 5 = bila gambar yang dikerjakan siswa dikerjakan dengan rapi dan  menggunakan pola penempatan yang tepat

Skor 4 = bila gambar yang dikerjakan siswa dikerjakan dengan rapi tapi  menggunakan pola penempatan yang kurang tepat

Skor 3 = bila gambar yang dikerjakan siswa dikerjakan dengan kurang rapi dan  menggunakan pola penempatan yang tepat

Skor 2 = bila gambar yang dikerjakan siswa dikerjakan dengan kurang rapi dan  menggunakan pola penempatan yang kurang tepat

Skor 1 = bila gambar yang dikerjakan siswa dikerjakan dengan tidak rapi dan  menggunakan pola penempatan yang kurang tepat

 

9.    Kerjasama

Skor 5 = bila dalam pengerjaan tugas gambar terdapat kerjasama yang dilakukan oleh siswa yang bersangkutan dan dia banyak membantu temanya

Skor 4 = bila dalam pengerjaan tugas gambar terdapat kerjasama yang dilakukan oleh siswa yang bersangkutan dan dia cukup aktif di diskusi

Skor 3 = bila dalam pengerjaan tugas gambar terdapat kurang kerjasama yang dilakukan oleh siswa yang bersangkutan tapi dia banyak membantu temannya

Skor 2 = bila dalam pengerjaan tugas gambar terdapat kurang kerjasama yang dilakukan oleh siswa yang bersangkutan dan dia cukup pasif di diskusi

Skor 1 = bila dalam pengerjaan tugas gambar tidak terdapat kerjasama yang dilakukan oleh siswa yang bersangkutan dan hasilnya juga kurang bagus

 

10.  Memahami alur pengerjaan gambar

Skor 5 = bila dalam pengerjaan tugas gambar, siswa mengikuti alur pengerjaan gambar dengan tepat dan hasil gambar bagus

Skor 4 = bila dalam pengerjaan tugas gambar, siswa mengikuti alur pengerjaan gambar kurang tepat tapi hasil gambar bagus

Skor 3 = bila dalam pengerjaan tugas gambar, siswa tidak mengikuti alur pengerjaan gambar sama sekali tapi hasil gambar bagus

Skor 2 = bila dalam pengerjaan tugas gambar, siswa mengikuti alur pengerjaan gambar kurang tepat dan hasil gambar kurang bagus

Skor 1 = bila dalam pengerjaan tugas gambar, siswa tidak mengikuti alur pengerjaan gambar dan hasil kurang gambar bagus

 

TOTAL SKOR

 

Catatan :
1. Masing-masing indikator bernilai maksimal 5 dan minimal 1
2. Nilai Hasil Belajar Gambar Teknik Bangunan siswa  adalah TOTAL SKOR dibagi 50
 

Oleh: sanginspirasi | 11 Februari 2012

Download Rekaman Diskusi Pelajar Yayasan Bina Tunas Muda

Diskusi bersama Bapak Raihan Iskandar LC, anggota komisi VIII DPR RI

Acara ini dilakukan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang diadakan oleh Yayasan Bina Tunas Muda, bertempat di Aula RSKO Cibubur Jakarta Timur.

Kumpulan Rekaman Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA
(diperbaharui dan ditambah beberapa file baru)

1. Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA, Surah Al A’la (1) ayat 1 – 5

2.  Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA, Surah Al A’la (2) ayat 1 – 5

(kajian ini berlangsung pada hari yang sama, tapi dibatasi oleh Adzan dan Shalat Isya)

3. Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA, Surah Al A’la (1) ayat 6 – 19

4. Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA, Surah Al A’la (2) ayat 6 – 19

(kajian ini berlangsung pada hari yang sama, tapi dibatasi oleh Adzan dan Shalat Isya)

5. Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA, Surah Al Fajr (1) ayat 15 – 20

6. Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA, Surah Al Fajr (2) ayat 15 – 20 plus ceramah pengantar ust nababan

(kajian ini berlangsung pada hari yang sama, tapi dibatasi oleh Adzan dan Shalat Isya)

7. Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA, Surah Al Fajr (1) ayat 21 – 30

8. Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA, Surah Al Fajr (2) ayat 21 – 30

(kajian ini berlangsung pada hari yang sama, tapi dibatasi oleh Adzan dan Shalat Isya)

9. Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA, Surah Ath Thariq ayat 12 – 17

10. Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA, Surah Asy Syams (1)  ayat 1 – 15
11. Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA, Surah Asy Syams (2)  ayat 1 – 15
(kajian ini berlangsung pada hari yang sama, tapi dibatasi oleh Adzan dan Shalat Isya)

12. Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA, Surah Al Insyiqaq (1) ayat 1 – 25
13. Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA, Surah Al Insyiqaq (2) ayat 1 – 25
(kajian ini berlangsung pada hari yang sama, tapi dibatasi oleh Adzan dan Shalat Isya)

14. Kajian Tafsir Juz 30 bersama Ust DR Amir Faishal Fath MA, Surah Al Infithar ayat 13-19
catatan :
1. File sudah dapat izin dari Ust Dr Amir Faishal Fath MA untuk didownload dan silahkan disebarkan ke yang lain…
2. Format file adalah “wav”, bisa langsung di play di Windows Media Player anda atau di “convert” dulu ke format “MP3″

mohon komen ya…. he he

oleh Prof DR Irwan Prayitno

Pembentukan karakter anak dari usia dini merupakan sebuah proses, dimana bapak dan ibu mendidik dengan perbuatan dan tindak-tanduk yang baik pula, karena anak mencontoh apa-apa yang diperbuat oleh kedua orang tuanya. Dan anak juga akan belajar dari yang ia lihat, bukan dari ucapan atau komentar-komentar kedua orang tuanya.

Ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno saat memberikan tausiah di wirid pengajian istri-istri PNS dan karyawati di lingkungan Pemprov. Sumatera Barat, di gubernuran, Senin sore (16/1). Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Sumbar Ny. Nevi Irwan Prayitno, Ketua DW Persatuan Sumbar dan anggota.

Lebih jauh Irwan Prayitno menyampaikan, kita amat prihatin dengan istilah kenakalan remaja, yang sebenarnya yang adalah kenakalan orang tua sebagai pendidik anak-anaknya di rumah tangga. Rasanya tidak mungkin menyuruh anak untuk sholat, beribadah dan bermoral jika bapak, ibunya tidak sholat tidak beribadah di rumah.

Contoh, jika seorang istri pencemburu, cerewet, atau bapak seorang pemarah, tentu karakter ini akan menjadi contoh nyata bagi anak-anak dalam pertumbuhan dirinya kelak. Ketika seorang anak meminta dibelikan main, ibu mengatakan tidak punya uang. Lalu ketika ada seseorang menawarkan pakai atau perhiasan sang ibu mengelurakan uang untuk membelinya, maka dari ini anak juga telah belajar berbohong.

Kemuadian seorang bapak memiliki watak pemarah, ini juga akan mencerminkan pribadi anak, ada yang marah dengan bicara kasar, kotor, pakai alat, main pukul. Sesungguhnya Allah amat tidak suka pada orang yang pemarah, marah boleh tapi bukan menjadi orang pemarah. Oleh karena itu sikap marah harus mampu dikendalikan dengan baik.

Anak kita akan belajar segala hal berawal dari rumah dan akan dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia bermain. Dari situ pembetukan karakter anak mesti dilakukan dengan metode yang baik dan kontinyu dari pribadi kita sendiri sebagai orang tua. Membuat model dan perbuatan yang baik tentu akan bermanfaat dalam mewujudkan karakter pribadi sang anak secara baik sesuai dengan yang diamanahkan oleh ajaran agama, budaya tradisi masyarakat itu sendiri.

Irwan juga menambahkan jika anak sudah dewasa, berumur di atas 15 tahun, lakukan pembinaan anak dengan keterbukaan sikap, diskusi bukan lagi bersikap doktrin atau perintah-perintah. Diyakini oleh para pakar bahwa kesusksesan anak dalam menjalani hidupnya 80-95 persen ditentukan oleh kepribadian dan karakter anak itu sendiri.

Oleh karena itu latihan dan bina anak dengan perbuatan yang baik, dan kebaikan mesti kita mulai dari diri kita sendiri dari orang tua, ungkapnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Nevi Irwan Prayitno di sela-sela kesempatan tersebut menyampaikan, pengajian wirid bulanan bagi istri-istri dan karyawati dil ingkungan Pemprov. Sumbar, merupakan kegiatan rutin dalam membangun silaturahmi antar sesama untuk lebih baik. Hubungan yang baik tentu akan mampu pula memberikan kebaikan bagi para suami yang bekerja di kantor.

Kegiatan ini selain menambah wawasan dan pengetahuan tentang keagamaan juga bermanfaat menumbuhkan kerukunan keluarga, untuk mewujukdan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, harapnya. [humas]

sumber : http://www.irwanprayitno.info/berita/aktual/1326725102-irwan-prayitno-pembentukan-karakter-anak-mesti-dimulai-karakter-orang-tuanya.htm

Oleh: sanginspirasi | 18 Januari 2012

Potret Siswa SMK Kita

oleh : Fauzul Izmi

Keberhasilan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Solo dalam merakit mobil Esemka patut diberikan acungan jempol. Program yang diprakarsai oleh Mendikbud Mohammad Nuh ini telah menimbulkan decak kagum berbagai kalangan. Rencananya produk tersebut mau dipatenkan karena dinilai berhasil. Hal ini menjadi bukti bahwa siswa SMK tidak selalu identik dengan tawuran dan perkelahian. Mereka berhasil menepis anggapan orang selama ini. Prestasi yang membanggakan tersebut tak lepas juga dari peran Walikota Solo, Jokowi yang telah mempromosikan mobil Esemka sehingga dapat diketahui oleh banyak pihak. Diharapkan terobosan ini menjadi stimulus bagi siswa-siswa SMK lainnya di Indonesia. Termasuk SMK-SMK di kota Padang. Mungkin kita bisa melahirkan produk yang tidak kalah bagusnya dengan mereka. Tentu  dengan tetap memperhatikan lokalitas daerah. Selalu ada jalan untuk meraih itu semua asalkan kita terus berikhtiar dan berdoa.

SMK sebagai lembaga pendidikan diharapkan mampu melahirkan lulusan-lulusan yang mampu bersaing di dunia global. Bukan dengan cara melakukan perbuatan negatif yang hanya merugikan diri sendiri, orang lain dan tentu saja nama baik almamater SMK itu sendiri. Siswa SMK punya keunggulan tersendiri daripada siswa SMA. Mereka dipersiapkan untuk terjun ke lapangan pekerjaan setelah selesai nanti. Artinya selama di sekolah mereka dibekali dengan keahlian-keahlian khusus yang tidak dimiliki oleh siswa SMA.

Namun,ironis jika kita bandingkan dengan potret siswa SMK di kota ini. Entah sudah berapa kali terjadi tawuran yang hanya dipicu oleh masalah sepele. Beritanya pun menghiasi surat kabar seolah-olah sudah punya kolom tersendiri atau menjadi kegiatan rutin. Padahal tidak ada untungnya dengan memperturutkan emosi dengan cara seperti itu. Dalihnya bermacam-macam pula. Ada yang mengaku di ejek siswa SMK lain, dikeroyok, merebut pacar orang dan lain sebagainya. Ketika salah satu pihak telah tersulut emosinya maka semua turun ke jalan sambil membawa batu dan senjata tajam layaknya sekumpulan lebah yang telah siap menyerang mangsanya. Perang dimulai. Korban pun berjatuhan dan dilarikan ke rumah sakit. Ada yang ditusuk, ada yang dipukuli, ada yang dikeroyok hingga babak belur.  Jalan-jalan menjadi macet. Semua meradang,jelas. Akibatnya para pengguna jalan memaki dan mengutuk tindakan mereka. Pusat keramaian seperti lapangan Imam Bonjol atau tempat lainnya seperti jalan Khatib Sulaiman menjadi tempat untuk beradu jotos. Tak pelak, orang lain pun khawatir terkena imbasnya. Jika tidak hati-hati bisa bakapeh pula kita dibuatnya jika kebetulan sedang berada di lokasi kejadian.

Kalau sudah seperti ini mau jadi apa siswa-siswa tersebut kelak? Bukankah tujuan pendidikan itu untuk menghasilkan peserta didik yang ahli di bidangnya dan berakhlak mulia? Miris memang. Pihak yang berwajib sebetulnya sudah sering melakukan pembinaan kepada siswa SMK yang sering tawuran. Mereka dibawa ke kantor dan diberikan peringatan agar tidak mengulanginya. Orang tua mereka juga dipanggil. Tapi, dianggap angin lalu saja. Besoknya diulangi lagi.  Yang ikut tawuran itu ke itu juga pelakunya.  Kalau bukan SMK A, SMK B atau SMK C. Jika kita telusuri lebih lanjut, ada beberapa sebab mengapa tawuran seperti ini masih membudaya di kalangan siswa SMK.

Pertama, kebiasaan turun temurun. Imej bahwa SMK adalah sekolahnya para siswa yang nakal dan liar telah terbentuk sebelumnya. Sama halnya dengan kekerasan yang berlangsung di IPDN/STPDN. Sudah berurat berakar. Kakak kelasnya memberikan contoh yang buruk kepada adik-adiknya yakni tawuran dengan siswa SMK lainnya. Otomatis adik-adiknya yang baru masuk SMK juga akan melakukan hal yang serupa. Mereka juga diajak untuk ikutan baku hantam. Hasilnya siswa SMK identik dengan siswa-siswa yang hobinya berkelahi, hura-hura, punya geng, merokok, ngebut di jalan raya dan lain sebagainya. Padahal tidak semuanya yang seperti itu. Namun, yangt terlihat oleh masyarakat kita adalah ulah mereka yang tawuran. Otomatis pandangan masyarakat menjadi negatif

Mereka juga dianggap suka membolos.Kemudian, perbedaan yang sangat mencolok antara jumlah siswa laki-laki dan perempuan telah menimbulkan persepsi bahwa SMK adalah sekolahnya laki-laki. Berbeda dengan SMA(Sekolah Menengah Atas)yang jumlah siswa laki-laki dengan siswa perempuannya sebanding bahkan lebih banyak siswa perempuan. Di SMK bisa dibilang 90% persen lebih adalah laki-laki. Karena didominasi oleh laki-laki sehingga muncul ego tersendiri.

Kedua, lemahnya pengawasan sekolah. Pengawasan yang lemah di sekolah ditenggarai menjadi faktor mengapa siswa berani melakukan tawuran. Hal ini harusnya menjadi evaluasi agar sekolah menegakkan peraturan setegas mungkin. Jika perlu mereka yang sering melakukan tawuran atau melakukan provokasi dihukum sesuai perbuatannya. Kalau perlu dikeluarkan dari sekolah. Jika tidak demikian, mereka tidak akan pernah berubah. Setelah dihukum mereka kembali lagi tawuran. Sementara nama baik SMK tercoreng gara-gara perbuatan tersebut. Hukuman itu harus bersifat jera sehingga siswa-siswa tidak berani mengulanginya. Sekolah punya kekuatan untuk mengantisipasi terjadinya tawuran jika kepala sekolah dan gurunya kompak. Yang masih membandel dikeluarkan saja

Ketiga, pengaruh lingkungan. Lingkungan yang tidak kondusif menyebabkan mudahnya siswa-siswa kita terpengaruh untuk melakukan perbuatan yang tercela. Belum lagi pengaruh televisi yang menayangkan film-film berbau kekerasan. Siswa-siswa SMK yang  bolos dari sekolahnya biasanya berkeliaran di jalanan, pasar atau pergi ke SMA untuk menggoda para siswinya.  Penampilan mereka tidak ada bedanya dengan preman. Ada yang pakai anting-anting, gelang dan memakai cat rambut.  Wajah mereka juga disangar-sangarkan. Bedanya mereka pakai seragam sekolah. Seragam tersebut dicoret-coret dengan gambar dan tulisan-tulisan tertentu. Jika mereka mengendarai sepeda motor, maka bunyi knalpotnya memekakkan gendang telinga karena memang disengaja untuk mencari perhatian sebanyak mungkin orang. Mereka juga ngebut dijalan raya dan sering dikejar oleh Polantas. Masyarakat yang melihatnya pun kesal dan hanya bisa mengurut dada karena prihatin. Anehnya siswa-siswa tersebut bangga dengan perbuatannya.

Keempat, siswa tidak dididik orang tuanya dengan baik di  rumah. Terjadinya tawuran juga disebabkan oleh faktor ini. Orang tua harusnya saling bersinergi dengan guru. Di rumah hendaknya orang tua menanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia kepada anak-anaknya. Sayangnya, masih banyak orang tua yang tidak peduli dengan anaknya. Orang tua sibuk dengan pekerjaannya dan tidak mau tahu dengan kondisi anaknya. Ketika si anak ikut tawuran dan orang tua dipanggil oleh  pihak yang berwajib, barulah tapakiak. Anaknya pula yang disalahkan karena terlibat dalam tawuran. Padahal ada kontribusi orang tua yang menyebabkan anaknya terjerumus. Jika di rumah seorang anak selalu mendapatkan hal-hal yang positif dari orang tuanya misalnya si anak selalu diingatkan untuk melaksanakan sholat lima waktu, ditegur bila bersalah, dinasehati dengan cara yang baik maka inilah yang membentengi dirinya kelak.

Kelima, faktor psikologi. Faktor ini tak bisa dilupakan begitu saja. Masa remaja adalah masa mencari identitas. Usia remaja biasanya ditandai dengan labilnya emosi, ingin mencari suatu hal yang baru, dan cendrung memberontak jika ditekan. Namun, bukan berarti hal ini menjadi pembenaran untuk melakukan tawuran. Sebenarnya hal ini bisa dikendalikan dengan cara mengikuti kegiatan-kegiatan positif seperti kursus, taklim remaja(ROHIS), olahraga dan lain sebagainya. Intinya masa remaja harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan cara mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat atau bisa membangkitkan potensi yang dimiliki. Jika hal ini sudah dilakukan, artinya siswa sudah melindungi dirinya sendiri dari hal-hal yang merugikan.

Permasalahan remaja memang sangat komplek. Potret siswa SMK diatas hanyalah sebagian kecil dari kenakalan remaja yang menguap ke permukaan. Masih banyak perbuatan remaja lainnya yang meresahkan kita semua seperti  pergaulan bebas, narkoba, judi dan sebagainya yang mestinya mendapat perhatian lebih dari semua pihak. Kita mestinya turut berusaha melakukan usaha-usaha agar menjauhkan siswa-siswa kita dari hal-hal diatas. Tugas tersebut tidak mudah. Setiap pihak harus saling bekerjasama. Orang tua harus mendidik anaknya dengan baik di rumah. Guru harus memperlihatkan perannya di sekolah sebagai seorang tenaga pendidik yang sesungguhnya. Polisi sebagai pengayom masyarakat harus cepat bertindak untuk mencegah terjadinya tawuran jika sudah ada indikasinya. Para ulama, ustadz dan da’i juga dimintakan partisipasinya untuk memberikan penyuluhan atau ceramah-ceramah ke SMK untuk menambah pemahaman agama para siswa. Jika kita semua sudah memainkan peran dengan baik, maka tawuran bisa diminimalisir bahkan dicegah.

Intinya solusi dari permasalahan diatas adalah keteladanan. Jika setiap orang sudah memberikan keteladanan kepada orang lain baik dalam ucapan,sikap ataupun tindakan maka akan tercipta lingkungan yang nyaman, aman dan jauh dari kekerasan. Kita berharap dengan digulirkannya pendidikan berkarakter oleh gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mampu meningkatkan mutu pendidikan dari waktu ke waktu. Bukan merosot dari tahun ke tahun. Hasil UN tahun lalu menjadi bukti bahwa masih banyak yang harus dibenahi dari pendidikan kita secara umum. Kita harus mengembalikan kejayaan ranah Minang tercinta ini seperti zaman dahulu. Dan sesungguhnya ini adalah tugas dan tanggung jawab kita semua. Birokrasi juga harus diperbaiki agar tujuan tersebut tercapai dengan baik. Tidak ada kata terlambat jika kita bertekad ingin merubahnya. Kalau bukan kita, siapa lagi?SMK sebagai salah satu institusi pendidikan punya peluang  yang besar untuk itu.

Penulis adalah aktivis Forum Lingkar Pena Sumatera Barat. Telah menerbitkan 1 buah buku solo, dan beberapa buah buku antologi bersama. Tulisannya juga sudah dimuat di media lokal Sumbar dan majalah Islam Sabili. Sedang menyelesaikan buku solo ke-2

komentar saya (ILHAM MARNOLA)
1. ini adalah catatan pinggir saja tapi tetap penting untuk perenungan stake holder kejuruan di Indonesia.

2. “mas memandang SMK itu parsial… hanya melihat dari perspektif media yang lebih menghakimi…”

3. Kiat esemka adalah satu dari sekian banyak karya siswa SMK.. cuma tidak terpublish dengan baik, tertutupi oleh tawuran yang lebih menarik dimuat dari pada karya-karya SMK…saya tidak menafikan masalah yang ada di atas, memang itu salah satunya. dan ada kompleksitas dalam masalah SMK ini.
SMK itu ada banyak jenis nya, tulisan diatas lebih cendrung pada SMK Tekrek (dulu STM)… dan angka tawuran itu kecil mas, dibandingkan siswa SMK, di bandingkan dengan mereka yang berprestasi.
saya tanya berapa mereka yang tawuran ? berapa siswa SMK di Kota Padang? apakah pelaku tawuran SMK saja ?

4. salah satu peran media adalah penciptaan iklim yang “baik” untuk menyemangati anak2 SMK, bahwa SMK tidak hanya terkenal dngan tawuran, bahwa SMK punya produk2 lain selain KIAT SMK, bahwa siswa SMK juga bisa berprstasi dalam hal belajar, dst……
sehingga anak2 SMK tidak terhakimi oleh meantrem itu, sehingga mereka bisa belajar membandingkan diri mereka dengan teman-teman mereka yang berprestasi.. selain berita tawuran, media juga harus meliput karya2 anak SMK.

5. stop “BAD NEWS IS GOOD NEWS”…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.