Oleh: sanginspirasi | 20 November 2010

KUALITAS

Minggu pagi itu, sebuah pertanyaan yang dilemparkan oleh salah seorang saudara ku di majelis mingguan senantiasa mengisi ruang pemikiran ku, sehingga kadang saya ingin mencoba mencari jawaban yang tepat untuk pertanyaan itu. Atau bahkan sepertinya lintasan jawaban itu telah ada. Sebuah pertanyaan yang terus menerus mengusik keingingan ku untuk memikirkan jawabannya yang mungkin barangkali sang penanya sudah tidak butuh jawabannya lagi. Adalah, akhi a p-kata akh i, anaknya emasnya BABE-yang melontarkan sebuah pertanyaan yang unik dan bersifat filosofis. “apa parameter berkualitas itu” kurang lebih begitu pertanyaan saudaraku itu.

Kuingin mencoba menjawab pertanyaan dari beliau itu, walau memang saya belum menemukan teori yang tepat untuk mendukung jawaban yang saya berikan ini. Setidaknya ini adalah sebuah jawaban dari akal saya, sehingga jawaban ini kadang bisa benar dan bisa salah, tepat dan tidak tepat. Karena memang tidak ada sesuatu yang menguatkannnya, sesuatu yang menopangnya sehingga jawabannya harusnya tidak diperdebatkan lagi karena jawabannya adalah benar. Sebelum berbicara tentang “parameter berkualitas”, kita perlu menjabarkan “kualitas” itu sendiri. Menurut saya “kualitas” adalah sebuah kondisi, keadaan yang dialami oleh sesuatu, baik individu atau pun kominitas baik itu tunggal atau pun jamak, yang menjadi indicator “baik” dari sesuatu tersebut. Nah parameter berkualitas adalah sebuah kondisi, keadaan atau posisi yang jika sesuatu itu telah mencapainya maka dia dapat dikatakan berkualitas. Yang menjadi parameter berkulitas itu adalah indikator-indikator atau nilai-nilai atau norma-norma yang ada atau yang terdapat pada tempat atau komunitas dimana sesuatu itu berada.

Contohnya adalah sebuah komputer yang berkualitas adalah ketika komputer tersebut telah memenuhi standar produksi dari sebuah komputer dan dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan fungsi yang sudah direncanakan. Itu kalau benda. Kalau dengan manusia, Manusia yang berkualitas adalah manusia yang telah memenuhi standar-standar nilai yang ada dalam komunitas tersebut (tertulis atau tidak) dan kadang diakui bersama baik pada posisi cukup atau bahkan melebihinya, contohnya adalah para sahabat nabi, kita mengatakan mereka adalah orang-orang yang berkualitas. Kenapa kita katakan seperti itu, karena mereka telah memenuhi standar-standar nilai yang berlaku dan menjadi parameter kita dalam mengukurnya, yaitu parameter yang ada dalam islam. Jawaban ini karena bersifat filosofis, cendrung kebenarannya bersifat relative dalam artian bahwa jawaban ini dapat benar atau juga salah sekalipun ketika memiliki teori yang melandasinya.

Setidaknya menurut saya seperti itu….. Wallahu ’alam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: