Oleh: sanginspirasi | 30 Juni 2011

KALA LIBURAN MENYAPA ….. !!!!!

Alhamdulillah sungguh luar biasa, ketika hidayah Allah kita dapatkan, sebuah nikmat yang hanya Allah berikan kepada orang-orang pilihan, dan kita hari ini adalah orang-orang yang telah di beri hidayah oleh Allah maka kita adalah orang–orang pilihan itu. Dan ternyata hidayah itu telah membawa kita kepada kebahagian hidup walaupun kita memiliki keterbatasan, sungguh suatu nikmat yang apabila para raja atau panglima perang mengetahuinya mereka juga akan ingin mendapatkannya, bahkan dengan mengobarkan peperangan sekalipun. Nah berarti tidak ada alasan untuk kita bersyukur. Alhamdulillah. Atau bahkan ketika masih banyak nikmat lain yang sadar atau tidak, telah Allah karuniakan kepada kita, termasuk kita bisa membaca tulisan ini.

Shalawat dan salam kita doakan semoga terlimpah kepada nabiyullah Muhammad saw, guru besar murobbi dakwah. Pejuang yang tak kenal lelah dalam menegakkan kalimat laa ila ha illallah, nabi yang lebih memikirkan ummatnya dibandingkan diri dan keluarganya sendiri. Ayah yang berhasil mendidik anak-anaknya. Suami yang berhasil membimbing para istrinya. Guru yang sukses mendidik murid-muridnya. Dari tangannya lahirlah Abu Bakar Siddiq dengan kebijaksanaannya, Umar Bin Khattab yang perkasa, Utsman bin Affan yang pemalu dan lebih malu kepada Allah, Ali Bin Abi Thalib sang gudang ilmu, Khalid Bin Walid dengan strategi perangnya dan sahabat yang lain dengan kelebihan masing-masing yang pantas kita teladani dibandingkan idola-idola jahiliyah yang ada pada zaman ini. Semoga kita dipertemukan oleh Allah dengan sosok beliau yang menyejukkan hati dan meneguhkan jiwa setiap orang yang memandangnya. Semoga syafaat beliau dapat kita peroleh diakhirat kelak, amin.

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah.

Ujian telah selesai, tugas-tugas telah dikumpulkan, liburanpun menanti. Kita telah menjadi jasad-jasad “gentayangan”, karena fisik kita masih di Padang, namun hati, pikiran dan perasaan kita telah berada di rumah bersama ibu, ayah dan keluarga kita. Kini tinggal masa-masa penantian yang menegangkan menunggu keluarnya LHS kita semester ini. Dan sembari itu, kita juga sedang menikmati liburan kuliah semester.

Namun yang perlu diingat tentang liburan ini adalah bahwa liburan kuliah bukan berarti liburan berdakwah, jika kita selama dikampus selalu – terlibat setiap agenda dakwah yang digelar. Bukan berarti liburan ibadah, jika selama ini kita selalu menggiatkan amal ibadah kita secara baik secara sendiri (fardhi) maupun bersama (jamaah) seperti sholat wajib, atau bahkan liburan ibadah jamaah, dimana jika dikampus kita selalu dingatkan untuk selalu beribadah sehingga ibadah kita terjaga, serta tidak juga berarti liburan silaturrahmi, jika selama ini kita selalu saling mengunjungi antar satu sama lain, antar satu wisma ke wisma lain. Atau liburan-liburan yang lainnya.

 

Para JUNDULLAH yang kami hormati.

Ingat wahai ikhwah, ibarat air, ketika air itu diam, tenang, tidak bergerak, maka air itu akan menjadi sarang penyakit, airnya tidak bisa dijamin kebersihannya. Namun ketika air itu mengalir, bergerak, maka air itu kecil kemungkinan bisa berubah menjadi sarang penyakit. Nah filosofi inilah yang mesti kita ingat berkaitan dengan kondisi kita hari ini, LIBURAN.

Kita harus bisa mengisi hari libur kita menjadi LIBURAN yang sarat makna, tidak terjadi perubahan yang signifikan antara ketika kita masih dalam suasana kuliah dengan liburan ini, baik itu amaliyah ibadah kita, ruhiyah kita, gerak dakwah dan lainnya.

Setidaknya liburan kita kali ini, kita mampu memperlihatkan sosok “hijrah” kita kepada keluarga kita yang berbeda dengan sebelumnya yang mungkin masih jahiliyah.

Ayyuhal Ikhwati fillah rahimakumullah

            Kita tentu berharap agar apa yang kita takutkan diatas tidak terjadi pada liburan kita kali ini, nah untuk itu ada beberapa hal yang mungkin kami bisa sampaikan melalui buletin ini, yaitu :

  1. Pentingnya TARBIYAH DZATIYYAH

Ketika kita masih dalam suasana kuliah, masih ada yang selalu mengingatkan kita, dalam berbagai hal kebaikan, dan itu salah satunya kita dapatkan dalam TARBIYAH (liqoat) yang kita lakukan. Namun karena kondisi libur (dan juga mungkin libur liqoat), kita kembali ke kampung kita masing-masing, dan berpisah untuk sementara dengan liqoat kita, maka berarti faktor untuk mengingatkan ibadah kita berkurang, kecuali bagi kita yang suasana di sekitar rumah dikampungnya tidak jauh berbeda dengan di Kampus (mushalla), ada yang mengingatkan. Nah bagi yang berbeda dengan itu, maka kita perlu sebuah perjuangan, bagaimana agar kualitas ibadah, ruhiyah dan ghiroh (semangat) dakwah tidak berubah, atau mungkin berubah total. Maka untuk itu, tidak mau tidak, harus kita yang berusaha untuk menjaga hal-hal tersebut, dan itu sesungguhnya TARBIYAH itu.

2. Untuk menjaga semangat bergerak kita, jangan lupa untuk juga melibatkan diri dengan dakwah yang ada dilingkungan kita. Baik itu yang bersifat Fardhi (sendiri) ataupun dengan Jamaah (kolektif). Nah untuk kolekif misalnya, jika di dekat rumah kita ada masjid atau mushalla atau surau, jangan lupa untuk melibatkan diri dalam setiap agendanya. Terutama Remaja Masjid atau Remaja Mushallanya, jika belum ada, waktu 3 minggu kita liburan, kita maksimalkan untuk mendirikan Remaja Masjid atau Remaja Mushalla. Gak susah koq, gampang !!! Demikian juga dengan SMU yang ada di dekat rumah atau di almamater kita dulu (SMU dulu). Libatkan diri berdakwah disana, membantu ataupun mendirikan ROHIS jika belum ada. Nah intinya adalah bergerak terus, jangan hanya diam dirumah, tidur atau agenda “ringan” lainnya. Dan kita harus juga bertekad untuk berbagi ilmu keislaman dengan saudara kita yang lain. Jangan hanya pengin merasakan nikmatnya ISLAM ini sendirian. Atau ingin sendirian masuk syurga. Bagi buat yang lain. Syurga gak sempit, luas koq !!!

3. Dakwah Fardhiyah

Jangan lupa untuk memperbanyak silaturrahim. Misalnya kerumah famili, birokrasi yang ada di daerah, sekolah, jamaah masjid dan juga tetangga sekitar. Jangan hanya diam, sembunyi didalam rumah. Ingat “silaturrahim memperpanjng umur dan mempermudah rezki” nah jangan lewatkan ya !!

4. Dakwah di Keluarga

Jangan lupa untuk juga berdakwah dikeluarga kita masing- masing, ingat firman Allah, surat At Tahrim : 6 (“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari  api neraka “). Ingat keluarga kita untuk taat kepada Allah. Ini penting sekali, mengingat posisi kita sebagai  bagian dari keluarga. Dan juga kita berbakti kepada Ayah Ibu kita dengan membantu pekerjaan mereka.

 

Nah akhirnya selamat menikmati LIBURAN…!!!!

(diterbitkan di Buletin Tarbiyah keluaran Departemen Perekrutan dan Pembinaan Anggota FORMIS FT UNP 2006-2007)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: