Oleh: sanginspirasi | 18 Januari 2012

Pembentukan Karakter Anak Mesti Dimulai dari Karakter Orang Tuanya

oleh Prof DR Irwan Prayitno

Pembentukan karakter anak dari usia dini merupakan sebuah proses, dimana bapak dan ibu mendidik dengan perbuatan dan tindak-tanduk yang baik pula, karena anak mencontoh apa-apa yang diperbuat oleh kedua orang tuanya. Dan anak juga akan belajar dari yang ia lihat, bukan dari ucapan atau komentar-komentar kedua orang tuanya.

Ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno saat memberikan tausiah di wirid pengajian istri-istri PNS dan karyawati di lingkungan Pemprov. Sumatera Barat, di gubernuran, Senin sore (16/1). Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Sumbar Ny. Nevi Irwan Prayitno, Ketua DW Persatuan Sumbar dan anggota.

Lebih jauh Irwan Prayitno menyampaikan, kita amat prihatin dengan istilah kenakalan remaja, yang sebenarnya yang adalah kenakalan orang tua sebagai pendidik anak-anaknya di rumah tangga. Rasanya tidak mungkin menyuruh anak untuk sholat, beribadah dan bermoral jika bapak, ibunya tidak sholat tidak beribadah di rumah.

Contoh, jika seorang istri pencemburu, cerewet, atau bapak seorang pemarah, tentu karakter ini akan menjadi contoh nyata bagi anak-anak dalam pertumbuhan dirinya kelak. Ketika seorang anak meminta dibelikan main, ibu mengatakan tidak punya uang. Lalu ketika ada seseorang menawarkan pakai atau perhiasan sang ibu mengelurakan uang untuk membelinya, maka dari ini anak juga telah belajar berbohong.

Kemuadian seorang bapak memiliki watak pemarah, ini juga akan mencerminkan pribadi anak, ada yang marah dengan bicara kasar, kotor, pakai alat, main pukul. Sesungguhnya Allah amat tidak suka pada orang yang pemarah, marah boleh tapi bukan menjadi orang pemarah. Oleh karena itu sikap marah harus mampu dikendalikan dengan baik.

Anak kita akan belajar segala hal berawal dari rumah dan akan dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia bermain. Dari situ pembetukan karakter anak mesti dilakukan dengan metode yang baik dan kontinyu dari pribadi kita sendiri sebagai orang tua. Membuat model dan perbuatan yang baik tentu akan bermanfaat dalam mewujudkan karakter pribadi sang anak secara baik sesuai dengan yang diamanahkan oleh ajaran agama, budaya tradisi masyarakat itu sendiri.

Irwan juga menambahkan jika anak sudah dewasa, berumur di atas 15 tahun, lakukan pembinaan anak dengan keterbukaan sikap, diskusi bukan lagi bersikap doktrin atau perintah-perintah. Diyakini oleh para pakar bahwa kesusksesan anak dalam menjalani hidupnya 80-95 persen ditentukan oleh kepribadian dan karakter anak itu sendiri.

Oleh karena itu latihan dan bina anak dengan perbuatan yang baik, dan kebaikan mesti kita mulai dari diri kita sendiri dari orang tua, ungkapnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Nevi Irwan Prayitno di sela-sela kesempatan tersebut menyampaikan, pengajian wirid bulanan bagi istri-istri dan karyawati dil ingkungan Pemprov. Sumbar, merupakan kegiatan rutin dalam membangun silaturahmi antar sesama untuk lebih baik. Hubungan yang baik tentu akan mampu pula memberikan kebaikan bagi para suami yang bekerja di kantor.

Kegiatan ini selain menambah wawasan dan pengetahuan tentang keagamaan juga bermanfaat menumbuhkan kerukunan keluarga, untuk mewujukdan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, harapnya. [humas]

sumber : http://www.irwanprayitno.info/berita/aktual/1326725102-irwan-prayitno-pembentukan-karakter-anak-mesti-dimulai-karakter-orang-tuanya.htm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: