Ciloteh

Miskin kaya susah senang ada dimana-mana

Orang desa orang kota kita semua sama

Itu lah sebait lagu yang ane ingat ketika kemarin pulang dari Rawamangun, naik P98a, bus langganan ku…..

Di tengah capeknya berdiri dari Rawamangun menuju Kampung Rambutan, walau cuma 15 menit, namun hadirnya pengamen kecil yang membawakan lagu atau mungkin lebih tepatnya nasyid tersebut sungguh mampu menghilangkan kelelahan ini. Sebuah nasyid yang di keluarkan oleh tim Nasyid Raihan dari Malaysia.

Awalnya, pas ane turun dari Gedung Pemuda, abis ngajar di BP, bada Shalat Zuhur disana juga, ane langsung turun tuk pulang. Tak dikira, tak seperti biasanya, keluar dari gerbang Gedung Pemuda, ane langsung berpapasan dengan bus P98a, wah ini namanya keberuntungan,,,, karena kadang untuk menunggu bis yang satu ini perlu menghabiskan waktu sampai 30 menit atau bahkan lebih….sudah gitu berdiri lagi. Namun kali ini beda…. P98a yang ku naiki ini, menunggu nya tidak lama dan juga tidak penuh sesak… hanya beberapa orang saja yang berdiri. Yah kalo untuk duduk mah, di P98 adalah suatu barang yang langka kecuali naiknya di pulo gadung untuk jam seperti sekarang ini, apalagi jam 4 sampe jam 7 malam. Jangan berharap duduk, dapat naik aja dah syukur….

Unik memang bis yang satu ini…. P98a tepatnya… ini lah bus favorit anak UNJ dari bilangan Rambutan dan Pasar Rebo.. walo penuh sesak, walo harus berdiri atau bahkan bisa tiduran sambil berdiri kata Ipan, walo hanya berdiri satu kaki, walo ada Transjakarta yang berAC yang cuma beda 1000 perak ongkosnya… namun P98a tetap jadi idola mereka, termasuk ane, karena waktunya cuma 15 menit Rambutan-Rawamangun (kalo gak macet, tapi kalo macet bisa lebih dari setengah jam) dan yang gak kalah hebatnya MURAH.

Nah di bis P98a ini lah ane ketemu dengan sang Nasyider cilik (mungkin orang bilang pengamen, tapi setidaknya ane menghargai tampilan dan apa yang dinyanyikannya). Si kecil masih pake seragam sekolah, bawa tas, dan alat music kincrong-kincrong… tampil membawakan sebuah nasyid yang enak didengar… sungguh suatu kesempatan langka… biasanya lagu deangdut, atau lagu picisan.

Melihat potret anak seperti ini (mudah2an dia bukan pengamen grup yang ntar abis beraksi, dikumpulkan disuatu temapt ama bos nya dan diminta bagiannya), seorang pengamen (yah akhirnya pake bahasa ini !!!) berseragam sekolah, tampil mencari rizki ini adalah potret keras nya hidup di Jakarta. Lain kesempatan ane juga melihat seorang anak yang membantu bapaknya pulang sekolah sampe malam…. tepatnya di depan halte Busway Sunan Giri disebalah dealer Kia Motor, dan mungkin ada banyak anak lainnya yang berjuang tuk menyambung hiduonya.

Nasyiider cilik tadi tampil sederhana,alat sederhana dengan suara yang juga mungkin sederhana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: