E-dukasi

megister ku……

Pengertian yang tercakup dalam istilah pengembangan sumber daya manusia (PSDM) sangat kompleks. Pengertian itu meliputi apa dan siapa sumber daya manusia itu, serta apa dan bagaimana pengembangan itu diselenggarakan. Ditinjau dari segi pembangunan secara menyeluruh, sumber daya manusia adalah merupakan modal dasar pembangunan yang terpenting. Sumber daya alam dan sumber daya buatan (uang, organisasi dan sarana) adalah modal dasar pembangunan yang tentunya didukung oleh kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam kegiatan pembangunan tersebut. Maka untuk itu perlu kegiatan-kegiatan yang akan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut agar bisa mendukung terjadinya percepatan pembangunan diberbagai sektor kehidupan masyarakat. Untuk itu perlu sebuah usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut yaitu melalui pendidikan.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dari pengertian tersebut terlihat bahwa pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dalam rangka pengembangan potensi diri sehingga diharapkan memiliki keterampilan yang akan dibutuhkan nantinya di masyarakat termasuk juga dalam kegiatan pembangunan. Melalui pendidikan atau belajar inilah sumber daya manusia yang ada dapat dikembangkan sehingga menjadi manusia yang berkualitas dan meapu menjawab kebutuhan tenaga dalam usaha pembangunan nasional dalam berbagai sektor kehidupan.

Namun demikian di Indonesia masih terjadi masalah pendidikan. Menurut Prof Dr Sudarsono, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, menyebutkan bahwa ada dua permasalahan pendidikan Indonesia hari ini, yaitu pemerataan pendidikan baik itu kualitas maupun kuantitas (kesempatan belajar) dan peningkatan mutu pendidikan Indonesia. Secara kualitas memang kita akui bahwa beberapa daerah relatif ketinggalan kualitas pendidikannya dibandingkan daerah lain atau pusat (jakarta). Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa sebab seperrti motivasi belajar, sarana dan prasarana pendukung dan juga tenaga fasilitator belajar (guru). Tampaknya alasan kuantitas atau permasalahan pemerataan kesempatan belajar juga sama. Hal itu terlihat minimal dari angka wajib belajar permasing-masing daerah, dimana ada daerah yang pesentase wajib belajarnya sudah cukup tinggi sementara daerah yang lain masih relatif rendah. Sedangkan permasalahan kedua pendidikan Indonesia, yaitu masalah mutu pendidikan Indonesia hari ini, bisa kita lihat dari peringkat Universitas dunia, beberapa perguruan tinggi Indonesia baru menempati posisi 100an dari perguruan tinggi dunia.

Berdasarkan laporan UNDP (United Nations Development Programs) dalam “Human Development Report 2006” tentang Kualitas Pembangunan Manusia. dari 177 negara yang diurutkan berdasarkan kualitas manusia atau bangsanya, Indonesia hanya berada pada peringkat ke-108. Sebagai perbandingan, Singapura sudah mencapai peringkat ke-25, Brunei Darussalam ke-34, Malaysia ke-61, Thailand ke-74, dan Filipina ke-84. Negara tetangga dekat lainnya, Australia, bahkan sudah berada pada peringkat ke-3; negara ini bersaing ketat dengan Swedia (ke-4), Islandia (ke-2), dan Norwegia (ke-1). Secara nasional, tingkat pendidikan anak-anak Indonesia yang telah berusia 15 tahun ke atas hanyalah sampai kelas 2 SMP. Kemampuan membaca, matematika dan sains (IPA) rata-rata siswa usia 15 tahun (SLTP dan SLTA) Indonesia masih sangat rendah. Hasil penelitian Tim  Program of International Student Assessment (PISA) Indonesia menunjukkan, sekitar 37,6% anak usia 15 tahun hanya bisa membaca tanpa mampu menangkap maknanya. Selain itu, 28,4% hanya bisa mengaitkan teks yang dibacanya dengan satu informasi pengetahuan. Dibanding siswa dari negara lain yang mengikuti program PISA, kemampuan membaca siswa Indonesia menduduki urutan ke-39, kemampuan matematika urutan ke-39, kemampuan sains urutan ke-38 dari 41 negara. Bahkan menurut data BPS tahun 2005 tentang angka pengangguran menurut pendidikan dan wilayah desa-kota, menunjukkan bahwa tamatan SMA ke atas menunjukkan prosentase menganggur lebih besar dibanding tamatan SMP ke bawah.

Selain itu juga ada beberapa tantangan pendidikan yang harus dihadapi oleh pendidikan indonesia, seperti halnya fenomena global pendidikan dunia hari ini yaitu pemanfaatan teknologi komunikasi untuk pendidikan dan mulai meningkatnya kesadaran masyarakat indonesia tentang arti penting pendidikan dan tantangan lainnya. Perkembangan Teknologi komunikasi dan Informasi atau dalam hal ini internet misalnya terjadi begitu cepat, detik demi detik selalu terjadi perkembngan. Ada peluang untuk dimanfaatkan demi kebaikan atau bahkan sebaliknya untuk keburukan. Untuk kebaikan misalnya internet dapat digunakan misalnya untuk sumber belajar dimana kita dapat menggali inforamasi yang kita butuhkan dalam kegiatan belajar kita, fenomena ini bukanlah sesuatu yang baru di beberapa belahan dunia tapi justru telah menjadi tren tersendiri di negara-negera yang bersangkutan. Alhamdulillah hari ini Indonesia baru memulai memanfaatkan teknologi ini, seperti misalnya dengan apa yang telah dilakukan pemerintah melalui 2 situs yang terkenal yaitu : www.e-dukasi.net (situs yang dikelola oleh Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Departeman Pendidikan Nasional) dan www.bse.depdiknas.go.id (situs yang dikelola Departeman Pendidikan Nasional dimana kita bisa mengunduh buku sekolah gratis).

2 film anak yang pernah beredar dan mungkin masih menjadi film idola beberapa kelompok masyarakat adalah beberapa bentuk kisah nyata anak Indonesia yang sudah memiliki keinginan untuk belajar tapi terkendala dengan suasana atau lingkungannya. Film ”Denias” misalnya adalah sebuah gambaran nyata bagaimana seorang Denias di bumi Papua yang memiliki keinginan kuat untuk sekolah ternyata tidak didukung oleh lingkungannya, baik karena keterbatasan fasilitas, paradigma masyarakat yang masih belum mendukung kegiatan pendidikan, walaupun pada akhirnya dia mendapatkan peluang juga untuk mengikuti bangku pelajaran bahkan bisa mencapai jenjang Pascasarjana. Film lainnya yang pernah tidak kalah serunya dengan film ”Denias” adalah film ”Laskar Pelangi” film yang diangkatkan dari novel ”Laskar Pelangi” ini berkisah tentang sekelompok anak bersama gurunya yang memiliki keinginan belajar namun dengan fasilitas yang sangat minim sekali. Beberapa anak tersebut ternyata memiliki keunggulan masing-asing yang berbeda, namun amat disayangkan ternyata beberapa anak yang berpotensi dan memiliki motivasi tinggi untuk belajar akhirnya tidak bisa menggapai cita-citanya. 2 film ini setidaknya sudah bisa menggambarkan bagaimana sudah mulai meningkatnya motivasi dan keinginan belajar dari masyarakat Indonesia.

Permasalahan pendidikan Indonesia tersebut perlu dicarikan solusinya dan untuk tantangan perlu ada sebuah solusi juga untuk menjawabnya. Masih menurut Prof Dr Sudarsono, beliau mengatakan bahwa permasalahan dan tantangan pendidikan Indonesia hari ini bisa diselesaikan dengan menggunakan Teknologi Pendidikan. Menurut  AECT (Association for Educational Communication and Technology, 1986) mengatakan bahwa teknologi pendidikan adalah proses komplek dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, gagasan, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia. Melihat dari definisi tersebut, Teknologi Pendidikan bukan hanya berarti penggunaan teknologi untuk pendidikan tapi lebih dari itu.

Melihat strategisnya peran Teknologi Pendidikan pada saat ini dan masih terbatasnya jumlah tenaga magister untuk kajian ini, serta untuk mendedikasi ilmu untuk pengembangan sumber daya manusia masyarakat melalui pendidikan maka penulis berkeinginan mendalami kajian ini yang penulis ikuti di Progam Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta Program Studi Teknologi Pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: